Kata Kata Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

Kata Kata Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad - Beliau yang juga dikenal dengan nama Imam Haddad, adalah seorang ulama besar dan alim yang memiliki keluasan ilmu mendalam dalam segala halnya. Jutaan umat islam memperoleh manfaat darinya bahkan hingga di zaman sekarang ini. Untuk profil dan biografi lengkap mengenai Al Habib Abdullah bin Alwy Al Haddad. Silakan klik link dibawah ini.

Baca : Profil Biografi Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad Lengkap

Dari keluasan ilmunya muncul banyak sekali kitab kitab yang penuh dengan samudra ilmu didalamnya. Wasiat dan nasehatnya yang penuh hikmah bisa kita temui di kitab karangannya. Kalam dan kata katanya sangat bijak, mencerahkan dan membimbing menuju ridho ilahi. Seolah meluruskan jalan kita menuju kebaikan.

Maka dari itu kami kumpulkan mutiara kalam Habib Abdullah Al-Haddad yang penuh hikmah dari berbagai sumber dan referensi. So, langsung saja ini dia kumpulan wasiat, nasehat dan kata kata mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

habib abdullah al haddad

Kata Kata Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad


“Sesungguhnya aku tidak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tidak menyukai pembicaraan mereka, dan tidak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah menjadi tabiat dan watakku bahwa aku tidak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tidak melaksanakan keinginanku agar masyarakat dapat mengambil manfaat dariku.”

"Kebanyakan orang, jika tertimpa musibah penyakit atau lainnya, mereka tabah dan sabar; mereka sadar bahwa itu adalah qodho dan qodar Allah SWT. Tetapi jika diganggu orang, mereka sangat marah. Mereka lupa bahwa gangguan-gangguan itu sebenarnya juga qodho dan qodar Allah SWT, mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah SWT hendak menguji dan menyucikan jiwa mereka.
Rasulullah bersabda :

“Besarnya pahala tergantung pada beratnya ujian. Jika Allah SWT mencintai suatu kaum, ia akan menguji mereka. Barang siapa ridho, ia akan memperoleh keridhoannya; barang siapa tidak ridho, Allah SWT akan murka kepadanya.”
( HR Thabrani dan Ibnu Majah )

“Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat; ajaklah ahli syariat kepada tarekat ( thariqah ) dengan bahasa tarekat; ajaklah ahli tarekat kepada hakikat ( haqiqah ) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul Haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq.”

Berusahalah mencegah keterlibatan setiap anggota tubuhmu dalam kegiatan bermaksiat atau berdosa. Lebih-lebih lagi dalam hal menjaga dan memelihara lidah dari pembicaraan-pembicaraan yang terlarang atau sia-sia, terutama yang bersifat umpatan atau gunjingan terhadap sesama muslim. Begitu besar dosa ghibah (pergunjingan) sehingga dinyatakan bahawa dosanya lebih besar daripada dosa perzinaan.

"Beramallah sebanyak mungkin dan pilihlah amal yang dapat kamu kerjakan secara berkesinambungan ( mudawamah ). Jangan remehkan satu amal pun yang pernah kau kerjakan. Sebab setelah Imam Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu dengannya dan bertanya, "Bagaimana Allah swt memperlakukanmu?"
"Dia mengampuniku" jawab Imam Ghazali.
"Amal apa yang menyebabkan Allah swt mengampunimu?"
"Suatu hari, ketika aku sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat hinggap di penaku. Kubiarkan ia minum tinta itu hingga puas."
Ketahuilah! Amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun karena orang lain yang berada sekitarnya."

"di zaman ini kita harus berhati-hati, sebab zaman ini adalah zaman syubhat. Para Ulama menyatakan, tidak sepatutnya seorang yang berilmu bingung membedakan yang baik dan buruk. Sebab, kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang sangat jelas, setiap orang dapat membedakannya.

Tidak sepatutnya ia menuduh siapa pun dengan keburukan yang belum tentu ada padanya. Sebab dari apa yang kamu ketahui dari saudara-saudaramu adalah berdasarkan prasangka dan dugaan semata-mata. Sedangkan prasangka adalah ucapan-ucapan yang paling banyak mengandung kebohongan. Disamping itu mungkin saja terdapat alasan-alasan pemaafan berkaitan dengan sebahagian keburukan yang diperkirakan seperti itu. Walaupun demikian tidak sepatutnya seseorang membuka pintu pemaafan bagi dirinya sendiri, mengingat hal itu akan membuat hati lebih cenderung kepada mensia-siakan waktu dan terjerumus lebih dalam lagi dalam lembah-lembah syahwat hawa nafsu.

Seorang berilmu ketika harus memilih satu diantara dua kebaikan atau dua keburukan, maka dia akan memilih kebaikan yang terbaik dan meninggalkan keburukan yang terburuk. Sebagai contoh, jika ada seseorang ingin melukaimu dengan tongkat atau pisau, dank au tidak dapat menghindarinya, maka terluka oleh tongkat lebih ringan. Atau ada seseorang tidak mampu berjalan, sedangkan kau mampu. Jika kau turun dari hewan tungganganmu dan menyuruhnya naik, maka itu lebih baik daripada engkau boncengkan dia, meskipun kedua-duanya baik.

Berdialoglah dengan mereka dengan ucapan-ucapan yang baik yang tidak mengandung pelanggaran (atas hak mereka).
 
Ucapkan salam kepada mereka pada bila-bila masa saja kamu bertemu mereka. Bersikaplah selalu rendah hati, lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap mereka.

“Dalam segala hal aku selalu mencukupkan diri dengan kemurahan dan karunia Allah SWT. Aku selalu menerima nafkah dari khazanah kedermawanannya.”

“Aku tidak pernah melihat ada yang benar-benar memberi, selain Allah SWT. Jika ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tidak meninggikan kedudukannya di sisiku, karena aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara saja,”

“Andaikan aku kuasa dan mampu, tentu akan kupenuhi kebutuhan semua kaum faqir miskin. Sebab pada awalnya, agama ini ditegakkan oleh kaum Mukminin yang lemah.” “Dengan sesuap makanan tertolaklah bencana.”

Berdoalah bagi mereka yang berbuat dosa agar Allah SWT memberikan kemudahan kepada meraka untuk segera bertaubat. Dan berdoalah bagi mereka yang telah berbuat kebaikan agar Allah SWT menganugerahkan sifat istiqomah atau konsisten dalam melakukan kebaikan-kebaikan sampai akhir hayat.

Begitulah keadaan kami di zaman ini. Memilih yang terbaik dari dua kebaikan dan meninggalkan yang terburuk dari dua keburukan merupakan salah satu kaidah agama yang disampaikan oleh para salaf seperti Imam Malik bin Anas dan Ulama lainnya. Semoga Allah swt meridhai mereka semua.
Barangsiapa tidak mengetahui akidah ini, maka dia adalah seorang yang bodoh. Jika dia tidak mengetahui kaidah ini dan memandang dirinya sebagai seorang yang berilmu, maka dia adalah seorang yang teramat bodoh. Dia seperti seorang kikir yang merasa dirinya sebagai seorang dermawan. Orang seperti ini adalah orang teramat kikir."

"Persahabatan, pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang shaleh dan berbudi membawa manfaat, sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya saja manfaat persahabatab dengan orang shaleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung, akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama.

Rasulullah saw bersabda :

المرء مع جليسه

Seseorang akan bersama teman duduknya.

المرء على دين خليله, فلينظر أحدكم من يخالل

Seseorang itu akan mengikuti agama sahabatnya, oleh karena itu setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan teman. ( HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad )

الجليس الصّالح خير من الوحدة والوحدة خير من جليس السّوء

Teman duduk yang baik lebih utama daripada menyendiri; danmenyendiri lebih baik daripada bergaul dengan teman yang buruk.

"Jika engkau ingin mengetahui ilmu dan amal yang bermanfaat dan penting atau yang paling bermanfaat dan paling penting bagimu, maka bayangkanlah bahwa besok engkau akan mati, kembali kepada Allah swt dan berdiri dihadapan-Nya. Allah swt kemudian menanyakan semua ilmu, amal dan keadaanmu. Setelah itu engkau akan dimasukkan ke Surga atau Neraka. Ilmu dam amal yang engkau anggap lebih utama pada saat membayangkan kematian tersebut adalah ilmu dan amal yang penting dan bermanfaat engkau miliki. Itulah yang seharusnya engkau tekuni dan cari. Sedangkan semua yang engkau anggap tidak bermanfaat dan penting ketika engkau membayangkan kematian tersebut, maka tinggalkanlah. Jangan sibukkan dirimu untuk mencari dan mempelajarinya. Begitu pula dengan semua kegiatan hidup, apa yang engkau anggap penting dan memang harus kau penuhi ketika membayangkan kematian itu, maka jangan kau tinggalkan. Dan apa yang tidak kau butuhkan pada saat itu, maka tinggalkan dan jangan kau kerjakan.

Syaikh yang kamil (sempurna) ialah seorang syaikh yang selalu memberi faedah pada muridnya, dengan kesungguhan dalam perbuatan dan perkataanya, dia memelihara muridnya sewaktu di hadapannya maupun ketika berada jauh daripadanya. Sang Syaikh memelihara muridnya dengan getaran-getaran kalbunya dalam segala hal yang dikerjakan oleh muridnya. Maka paling sangat berbahaya jika Syaikhnya sudah berpaling dari si murid. Dalam hal ini jika seluruh syaikh dan wali-NYA yang lain dari timur sampai ke barat dikumpulkan seluruhnya, untuk mengubah hati syaikhnya, niscaya sia-sia dan tidak akan berhasil, kecuali sang murid sendiri harus berusaha untuk mengubah hati syaikhnya dan minta maaf serta mendapat keridhoannya.

Tunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada siapa-siapa yang berperilaku baik, dan upayakanlah agar memaafkan siapa-siapa yang berperilaku buruk.

Jika anda menyimpan penuh ta’zhim (kepatuhan) dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap syaikhmu, senantiasa menghargainya, percaya lahir dan batin bersedia mematuhi segala perintahnya, mencontoh akhlaknya, maka itulah tandanya anda sedang mewarisi rahasia-rahasia dari syaikhmu dari syaikhnya dari syaikhnya terus bersambung sampai dari Baginda Nabi Rosulullah SAW, atau sebagian dari rahasia-rahasia tersebut, dan ia terus akan hidup di sisimu sesudah wafatnya syaikhmu, inilah anugrah yang terbesar dari Allah SWT yang dapat menghantarkan kita selamat & bahagia di dalam agama, dunia dan akhirat kelak.

Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja, pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirohnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah.

Cintailah mereka apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri, dalam urusan duniawi mahupun ukhrawi, dan tidak menyukai sesuatu yang menimpa mereka sebagaimana kamu tidak menyukai hal itu menimpa dirimu sendiri.

Dan jika sampai ke pendengaranmu tentang suatu perbuatan buruk dari seseorang di antara mereka (kaum muslimin), sedangkan kamu mampu untuk menasihatinya, maka lakukanlah. Atau jika tidak, jangan sekali-kali menyebutkan tentang keburukannya itu di hadapan orang lain, sehingga dengan demikian kamu telah melakukan dua keburukan sekaligus, yaitu pertama dengan tidak memberikannya nasihat, dan kedua mengucapkan sesuatu yang buruk berkenaan dengan pribadi seorang muslim.

"Secara umum, pada awalnya kebaikan itu berat untuk dilakukan, tetapi akhirnya penuh dengan kenikmatan. Orang yang berbuat baik ibarat seorang pendaki gunung terjal. Ia tidak akan merasa tenang sebelum sampai ke puncaknya.Sedangkan, keburukan awalnya manis dan akhirnya kelak berat. Orang yang melakukan perbuatan buruk adalah ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah. Ia baru merasa akan merasa kesakitan setelah mendarat di tanah."

Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rosulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya sampai Rosulullah) terpercaya karena menuntut ilmu agama itu wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Barang siapa meninggalkannya ia akan berdosa. Karena tanpa ilmu agama, amal ibadah akan tertolak, tidak diterima oleh Allah SWT.

“Setiap orang yang beramal tanpa dibarengi dengan ilmu pengetahuan (tentang amalnya itu) maka amalan-amalannya tertolak dan tidak diterima.”

Tidak ada di zaman ini (abad 12 H) yang lebih mudah dan baik daripada Thoriqoh Ba’Alawy yang telah diakui oleh ulama Yaman dan disepakati oleh ulama Haromain (dua Tanah Harom – Mekkah Madinah). Thoriqoh Ba’Alawy (Alawiyah) adalah Thoriqoh Nabawiyah.

Thoriqoh Kepemimpinan adalah thoriqoh kami Ba’Alawy, dan ini thoriqoh spesial, dan yang dimaksud thoriqoh kepemimpinan adalah ikut dan tunduk serta pasrahnya seorang murid terhadap jejak langkah guru yang membimbing dan menuntunnya ke jalan Allah, dengan menanggalkan sementara peran akal (rasio). Sesungguhnya akal tidak berperan di dalamnya, sebab segala hal disini berdasarkan kasyf (penglihatan mata hati).

Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pengikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang di dapat oleh mereka para salaf sholihin.

Segala permasalahan yang ada itu berlandaskan kejujuran, ada pun orang yang biasa berbohong jika diibaratkan bangunan tidaklah jauh berbeda dengan bangunan di atas air (lemah dan mudah runtuh).

Jika satu zaman itu rusak, maka wajiblah bagi mereka yang hidup di zaman itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf sholihin. Jika tidak mampu menyamakan diri dengan mereka dalam setiap langkah, paling tidak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang dalam kehidupan itu harus memiliki panutan (imam), sedang orang yang tidak memiliki panutan (Imam) maka panutannya adalah setan.

Telah sesat sekelompok orang sebab buku yang dibacanya, seseorang tidak akan menjadi alim besar kecuali dengan guru yang membimbing dan menuntunnya, bukan dengan buku yang dibacanya.

Penghuni kubur dari para Wali Allah berada di sisi Allah. Barang siapa tawajuh kepada mereka, maka mereka spontan datang membantunya.

Jika kamu melihat seorang dari Ba’Alawy berjalan di luar Thoriqoh Ba’Alawy maka sesungguhnya maka tiada yang menghalangi dirinya selain kelemahannya sendiri, dan kelemahan itu adakalanya dalam kondisi ekonomi atau hati.

Thoriqoh Alawiyyah berdiri atas dasar kemuliaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Barangsiapa yang menjalin hubungan (kontak batin) dengan kami, maka kami berikan kepadanya segala perhatian kami, kami tidak pernah melepas dan meninggalkannya walaupun dia tinggal jauh dari tempat kami.

Tidak ada hak yang lebih besar kecuali haknya seorang guru. Ini wajib di pelihara oleh setiap orang Islam yang ingin selamat dunia akhirat. Sungguh pantas bila seorang guru yang mengajar, walau hanya satu huruf, diberi hadiah seribu dirham sebagai tanda hormat padanya. Sebab guru yang mengajarmu satu huruf yang kamu butuhkan dalam agama, dia ibarat bapakmu dalam agama.

Barang siapa ingin anaknya menjadi orang alim, maka dia harus menghormati para ahli fiqih. Dan memberi sedekah pada mereka. Jika ternyata anaknya tidak menjadi alim, maka pasti diantara cucu keturunannya yang akan menjadi orang alim.

Seorang murid (pencari jalan menuju Allah) tidak boleh menyakiti hati gurunya karena belajar dan ilmunya tidak akan diberi berkah.

Adakalanya seseorang murid (pencari jalan menuju Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan dalam kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, disebabkan dengan hal tersebut di atas dan harus beranggapan berprasangka bahwa takdir / kehendak Allah menjadikan anda miskin, papa dan susah serta sempit sebagai sebesar-besarnya kenikmatan karena dunia adalah musuh Allah. Anda harus bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya sama dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba-hamba yang sholeh.

Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qona’ah (cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu.

Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan harapan tentang kehidupan di dunia, karena dunia akan menariknya untuk mencintai dunia, dan anda akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk menuju jalan akhirat.

Peliharalah hatimu masing-masing dari niatan atau bisikan-bisikan hati yang tercela, dan bersihkanlah dari noda-noda akhlak yang buruk.

Ada setengah manusia yang tabiatnya suka menganiaya orang, memandang rendah terhadapnya, atau suka mencela dan sebagainya. Jika anda tergolong orang terkena penganiayaan orang maka hendaklah anda bersabar jangan sekali-kali anda membalasnya. Disamping itu, hati anda harus benar-benar bersih dari dengki dan dendam terhadapnya, dan lebih utama lagi jika anda memaafkan orang yang menganiayamu, dan anda doakan supaya Allah memberi petunjuk kepadanya, dan itulah tanda-tanda akhlak serta tingkah laku para Shiddiqin (Orang yang Benar).

Berusahalah sekuat kemampuanmu dalam menghindari diri dari rasa takut dan butuh serta berharap hak terhadap manusia, karena hal tersebut anda akan dipandang oleh manusia tetapi dipandang hina dalam pandangan Allah SWT, karena orang mukmin itu mulia di sisi Allah SWT, tiada takut pada siapapun selain Allah dan apa yang dicintai-Nya, dan tak pernah mengharapkan sesuatu selain Allah.

Saya berpesan hendaknya kamu tidak merasa dirimu lebih baik dari orang lain. Apabila perasaan seperti itu terlintas dalam hatimu, sadarilah segera betapa kamu sudah seringkali melakukan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Bagaimanapun juga seorang yang berakal sehat pasti mengetahui bahawa dirinya sendiri penuh dengan berbagai aib dan kesalahan. Maka hendaknya ia menyakini hal itu dan tidak meragukannya sedikitpun.

Awas! Jangan sekali-kali anda mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, karena ketahuilah bahwa syaikh itu dapat melihat ketaatanmu padanya, di belakangnya anda membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, anda sangka Allah tidak tahu kelakuanmu, sedangkan syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Kalau anda begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan. Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya adalah penglihatan-KU, pendengarannya adalah pendengaran-KU, mulutnya adalah mulut-KU, tangannya adalah tangan-KU dan kakinya adalah kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya. Jangan sekali-kali datang pada syaikh yang lain melainkan dengan izin syaikhmu.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya syaikhmu sangat berat hati tentang apa-apa yang baik untukmu, dengan itu janganlah engkau menuduh dan menyangka bahwa dia menyimpan perasaan dengki dan cemburu terhadap dirimu, dan semoga dijauhkan oleh Allah. Karena kamu hanya memandang sesuatu hal dengan pandangan lahiriah belaka bukan pandangan bashiroh (mata hati dengan Allah). Awas ! Jangan coba-coba menuntut agar syaikhmu mengeluarkan kelebihannya. Karena jika syaikhmu seorang Ahlillaah (orang yang meyakinkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah) kekasih Allah, maka ia adalah orang-orang yang teramat merahasiakan kebaikannya, menutupi rahasia-rahasia tentang dirinya, dan sangat jauh untuk menonjolkan dirinya dengan karomah-karomah atau perkara-perkara luar biasa kepada orang banyak meskipun ia amat kuasa dan mampu untuk melakukannya serta diizinkan oleh Allah untuk melahirkannya (memperlihatkan karomahnya).

Itulah Kata Kata Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Semua nasehat dan wasiat diatas hanyalah secuil atau kutipan saja dari begitu luasnya ilmu beliau seperti yang tercantum dalam kitab kitabnya. Akhir kata semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih baik lagi. Wallahu a'lam.

3 Wasiat dari Al-Habib Umar bin Hafidz Untuk Diamalkan

Al Habib umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz adalah seorang ulama besar asal yaman. Kesalihan dan Ketinggian ilmunya tidak diragukan lagi. Beliau memiliki banyak sekali murid yang tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk indonesia. Banyak diantara muridnya yang berhasil menjadi ulama besar saat selesai menimba ilmu di darul musthofa dibawah asuhan beliau.

Sebagai dai beliau berkeliling dunia menyebarkan wasiat dan nasehat agung tentang agama islam. dalam salah satu kesempatan beliau berctausiah, beliau Habib Umar bin Hafidz mewasiatkan beberapa hal untuk diamalkan oleh umat islam. Di antara wasiat agung itu, beliau berkata, “Jagalah shalat lima waktu. Janganlah kalian shalat, kecuali dengan berjamaah.” Adapun isi petuah dan nasehat selengkapnya seperti yang tercantum dibawah ini.

habib umar bin hafidz

Wasiat dari Al-Habib Umar bin Hafidz


Aku akan menyampaikan kepada kalian 3 wasiat. Hendaknya kalian memiliki hubungan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dengan petunjuknya dan kesungguhan kita untuk dibangkitkan bersama beliau pada hari ketika wajah seorang hamba digelapkan atau dicerahkan.

Adapun wasiat pertama berupa bacaan

Bacalah kalimat Hasbiyallahu wa ni’mal wakiil sebanyak 7 kali  di pagi dan petang hari. Dengan mengamalkan kalimat tersebut, kita akan mendapatkan curahan anugerah dari Allah Ta’ala.

Hal ini disandarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Barang siapa membaca  حسبي الله لا اله الا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم ‘Hasbiyallah laa ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘azhim (Surat at-Taubah [9]: 128)’ sebanyak tujuh kali di pagi dan petang hari, pastilah Allah Ta’ala mencukupkan baginya apa-apa yang menyusahkannya.”

Hafalkanlah kalimat ini. Ajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatmu dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini.

Wasiat kedua berupa perbuatan (amal)

Jagalah shalat fardhu lima waktu, dan janganlah kalian shalat kecuali dengan berjamaah. Barang siapa senantiasa mendirikan shalat lima waktu secara berjamaah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, niscaya Allah Ta’ala akan memenuhi daratan dan lautan dengan pahala.

Wasiat yang ketiga berupa suluk (adab)

Hendaklah kalian mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Nabi kalian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) dengan cara memalingkan pandangan yang disukai oleh para musuhmu. Dan pandangan yang disukai oleh musuh-musuh kalian (setan dan bala tentaranya dari golongan jin dan manusia) banyak terdapat di internet, hand phone, dan sarana lainnya.

Tolaklah tipuan mereka. Tipuan mereka itulah sehina-hinanya tipuan. Tidaklah masuk tipuan mereka ke dalam diri kalian, kecuali (tipuan itu) mencelakakan, menzalimi, dan membuat diri kalian menjadi gelap. Maka tolaklah semua tipuan mereka ini dan jagalah diri kalian.

Sebab pandangan adalah anak panah dari anak panahnya iblis terlaknat. Maka Allah Ta’ala mengatakan (dalam hadits qudsi), “Barang siapa yang menahannya (pandangan terhadap segala yang haram dan membangkitkan syahwat) karena takut kepada-Ku, niscaya Aku akan menggantinya dengan iman yang dirasakan kelezatannya di dalam dirinya.”

Maka ambillah tiga wasiat ini. Wallahu a'lam.

Wasiat Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri

Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri - Beliau adalah Sulthonul `Ilim Al Habib Salim Bin Abdullah Bin Umar Assyatiri yang merupakan pengasuh Rubath Tarim-Yaman. Beliau adalah seorang ulama yang sholeh, seorang waliyullah yang ketinggian ilmunyatidak diragukan lagi. Muridnya tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk indonesia ini. Kebanyakan murid beliau setelah kembali ke negara masing masing menjadi ulama besar yang cukup berpengaruh.

Dan kali ini fiqihmuslim.com akan membagikan sebuah amalan yang diwasiatkan oleh Al Habib Salim As Syatiri untuk diamalkan berupa kalimat dzikir dan wirid pilihan yang memiliki khasiat dan manfaat yang besar jika dibaca. Dan berikut ini amalan dzikir dari Habib Salim bin Abdullah Asy Syatiri.

amalan habib salim assyatiri

Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri

هذالفائدة والإجازة من العلامة الحبيب سليم بن عبد اللّٰه الشّاطيرى

Berikut ini merupakan faedah dan ijazah yang disampaikan/ diwasiatkan oleh al-Allamah al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri, semoga bermanfaat:

1) Membaca يا لطيف / Yaa Lathiif setiap hari pagi dan sore sebanyak 129 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan diliputi kelembutan oleh Allah disetiap urusannya.

2) Membaca سورة الفاتحة / Surat al-Fatihah sebanyak 41 kali disetiap waktu menjelang shubuh. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan mendapat kefahaman dan penjagaan dan futuh tanpa susah payah.

3) Membaca يا سميع يا بصير / Yaa Samii’u Yaa Bashiir setiap hari sebanyak 100 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka do’anya mustajab.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصحبه اَجمَعِين

Itulah amalan yang diwasiatkan oleh Al Habib Salim Assyatiri. Semoga bermanfaat dan bisa istiqomah kita baca setiap harinya. Wallahu a'lam.

Surat Al Ankabut Ayat 45 dan Terjemahannya

Surat Al Ankabut Ayat 45 - Al-Ankabut adalah surah ke 29 dalam Al-Quran dan terdiri dari 69 ayat panjangnya. Namun yang akan dibahas kali ini adalah ayat yang ke 45. Ayat ini secara umum menjelaskan tentang manfaat dan keutamaan mendirikan shalat.

Dan langsung saja dibawah ini teks bacaan surat Al Ankabut ayat ke 45 versi lafadz arab beserta terjemahan bahasa indonesianya. Dilengkapi pula dengan tafsir jalalain dari surat ini agar kita pagam isi kandungan dan maksud dari ayat ini.

Surat Al Ankabut Ayat 45

Surat Al Ankabut Ayat 45


اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Makna dan isi kandungan (Tafsir Jalalain)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab) kitab Alquran (dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar) menurut syariat seharusnya salat menjadi benteng bagi seseorang dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar, selagi ia benar-benar mengerjakannya. (Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya) daripada ibadah-ibadah dan amal-amal ketaatan lainnya. (Dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan) maka Dia membalasnya kepada kalian.

Sekian artikel tentang Surat Al Ankabut Ayat 45 dan Terjemahannya. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita mengerti bacaan danarti dari surat ini. Wallahu a'lam.

Teks Bacaan Sholawat Mukafa'ah Arab Latin dan Artinya

Sholawat Mukafa'ah - Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah keharusan bagi kita umatnya. Banyak beragam jenis shalawat yang bisakita baca dan amalkan. ada yang panjang, ada pula yang pendek. Salah satu yang bisa dibaca adalah sholawat mukafaah.

Khasiatdan keutamaannya adalah seperti kebanyakan bacaan shalawat lainnya. Yaitu berusaha mendapatkan kecintaan Nabi Muhammad SAW. Dengan sekali sholawat kita juga dianugrahi 10 rahmat oleh ALLAH SWT.

Adapun lafadz bacaannya tidaklah terlalu panjang dan mudah untuk dihafal. Langsung saja simak teks bacaan sholawat mukafa'ah dalam versi tulisan arab dan latin lengkap dengan terjemahan bahasa indonesianya untuk anda.

sholawat mukafaah

Sholawat Mukafaah


Lafadz Arab :

 اَللّٰــهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَــيِّــدِنَا مُحَـــمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِهِ سَــيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْــبُوْلَةً تُــؤَدِّىْ بِــهَا عَــنَّا حَقَّهُ الْعَظِـيْمِ

Teks Latin :

Allohumma sholli ‘ala sayidina Muhammadin wa ‘ala alihi sayidina Muhammad, Sholatan maqbulatan tu,addi biha ‘anna haqqohul ‘adzim

Artinya :

Ya Alloh, limpahkanlah rahmat atas penghulu kita nabi Muhammad saw, dan atas keluarganya pula, dengan rahmat yang tetap langgeng dan diterima, yang dengan sholawat tersebut Engkau menyampaikan dari kami kepada Nabi Muhammad saw yang agung

Itulah informasi tentang Teks Bacaan Sholawat Mukafa'ah Arab Latin dan Artinya. semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin.

Teks Bacaan Sholawat Al-Alil Qadri Arab Latin dan Artinya

Sholawat Al-Alil Qadri - Shalawat adalah salah satu amalan yang utama. banyak sekali jenis dan macam shalawat yang bisa kita baca sehari harinya. salah satunyaadalah shalawat yang berjudul Al Alil qodri (pangkat yang tinggi). seperti shalawat lainnya, al-aliy al-qadri juga memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaan bag yang istiqomah membacanya.

Selain pahala dari shalawat itu sendiri, membaca sholawat al ali qadri juga memiliki keutamaan khusus seperti yang disampaikan oleh beberapa ulama terdahulu. Al-Imam Asyekh Yusuf bin Islamil An-Nabhani mengatakan “Bahwasanya para ulama, para Auliya, Arifin mengatakan bahwasanya orang-orang yang rutin membaca Shalawat ali al-qadr maka mereka berharap bahwasanya Rasulullah SAW hadir pada saat dia meninggal dunia saat ruh berada di tenggorokannya. Saat dia juga diletakkan di dalam liang lahatnya”

Dikatakan pula barangsiapa yang ingin mengharapkan keridhoan Allah SWT dan derajat yang tinggi, hendaknya dia membaca shalawat al aliyyil qodar ini setiap hari 10 kali dan khususnya di malam Jumat sebanyak 100 kali. intinya adalah membaca sholawat itu memberikan manfaat yang besar bagi kita dunia dan akhirat.

Dan selengkapnya ini dia teks bacaan sholawat Al Alil Qadri dalam versi lafadz arab dan tulisan latin lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya agar kita paham makna dari shalawat yang kita baca.

sholawat al alil qadri

Sholawat Al-Alil Qadri


Teks Arab :

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ نِالنَّــبِـــىِّ اْلأُمِّـــيِّ الْحَبِـــيْبِ الْعَالِىِّ الْقَادِرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Tulisan Latin :

Allohumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadinin nabiyyil ummiyyil habiibil 'aaliyyil qodril 'dziimil jaah. wa 'alaa aalihii wa shohbihii wa sallim.

Terjemahan :

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, Nabi yang ummi, kekasih yang luhur derajatnya, yang agung pangkatnyaa, dan shalawat dan salam semoga juga selalu tercurahkan kepada keluarga serta sahabatnya.

Itulah salah satu sholawat yang bisakita baca sehari harinya. semoga bacaan sholawat al-alil qadri ini bermanfaat bagi kita semuanya. wallahu a'lam.

Teks Lirik Aini Lighoiri Jamalikum Arab dan Latin

Lirik Aini Lighoiri Jamalikum - Dari banyak sholawat dan qasidah yang ada, salah satunya ada yang berjudul "aini lighoiri jamalikum". Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sering membawakannya. dan bagi anda yang ingin tahu bacaan lafadznya, maka anda berada di artikel yang tepat.

Seperti biasa, qasidah berjudul aini lighoiri jamalikum ini adalah bait syair demi syair yang isi secaraumumnya adalah sanjungan kepada baginda Muhammad SAW. lalu dilantunkan dengan nada khasnya sehingga enak didengarkan. meski begitu pahala shalawat tetap kita dapatkan.

Dan berikut ini teks lirik aini lighoiri jamalikum dalam versi tulisan arab dan latinnya supaya lebih memudahkan.

lirik lighoiri jamalikum

Lirik Aini Lighoiri Jamalikum


عينی لغير جمالکم لا تنظروا
‘Ainî lighoiri jamâlikum lâ tandhurû

وسواکم فی خاطری لا يخطر
Wa siwâkumu fî khôthirî lâ yakhthuru

فإذا لفظت ففی حديث جمالکم
Fa-idzâ lafadhtu fafî hadîtsi jamâlikum

وإذا سگت ففىکموا أتفکروا
Wa idzâ sakattu fafîkumû atafakkarû

غبتم فغاب تواجدي عن ناظري
Ghibtum faghôba tawâjudî ‘an nâdhirî

فلذاك عيشي بالفراق مگدر
Falidzâka ‘aisyî bil firôqi mukaddaru

حبی لکم طبع بغير تگلف
Hubbî lakum thob’un bighoiri takallufin

يا سيدی
Yâ Sayyidî

والطبع فی الإنسان لا يتغير صبرت قلبی عنکموا فأجابني لا صبر لی لا لا ،
Waththob’u fîl-insâni lâ yataghoyyaru shobbartu qolbî ‘ankumû fa-ajâbanî lâ shobro lî lâ lâ

لا صبر لی لا أصبر
Lâ shobro lî lâ ashbiru

لا صبر لی حتی يراکم ناظري
Lâ shobro lî hattâ yarôkum nâdhirî

وعلی محبتکم أموت وأحشر
Wa ‘alâ mahabbatikum amûtu wa uhsyaru

صلی الله علی سيدنا محمد صلی الله عليه وسلم  ۳
Shollâllâhu ‘alâ Sayyidinâ Muhammad shollâllâhu ‘alaihi wasallam 3x

حبی لکم طبع بغير بغير تگلف
Hubbî lakum thob’un bighoiri takallufin

ألم يردك الرحمن فی سورة الضحی
Alam yurdikar-rohmânu fî sûrotidl-dluhâ

وحاشاك أن ترضی وفينا معدب
Wa hâsyâka an tardlô wa fînâ mu’addabun

أترضی يا أبا الزهراء أترضی مع الجاه الوجيه ضياعنا
Atardlô yâ Abâz-Zahrô-i atardlô ma’al jâhil wajîhi dloyâ’anâ

ونحن إلی أعتاب بابك ننسب
Wa nahnu ilâ a’tâbi bâbika nunsabu

إذا کنت محمود المقام
Idzâ kunta mahmûdal maqômi

(ياسيدي ۳ يارسول الله )
Yâ Sayyidî 3x Yâ Rosûlallâh

فإننا علی ثقة أليس منا مخيب
Fa-innanâ ‘alâ tsiqqotin alaisa minnâ mukhoyyabun

دعوت فلبينا سمعا وطاعة لبيك رسول الله
Da’auta falabbainâ sam’an wa thô’atan labbaika Rosûlallâh

وحاشاك ياسيدي حاشاك أن ندعوك ثم نعذب
Wa hâsyâka yâ Sayyidî hâsyâka an nad’ûka tsumma nu’adzdzabun

Sekian mengenai teks lirik sholawat aini lighoiri jamalikum beserta terjemahannya. semoga bermanfaat dan mencerahkan kita semua. wallahu a'lam.

Artikel Pilihan